Thursday, 5 February 2009

Udh 16 bulan ajaaa...

Kalo ga diingetin teh dina ibunya neng rayya, saya lupa ni aya skrg udh 16 bulan abis keingetnya aya masi 14 bulan aja. hehehehe.. (syndrom ibu2 rumahan waktu serasa berhenti berputar).

Alhamdulillah sehat walo pernah sakit kena roseola trus nafsu makannya pun lumayan walo pernah 3 harian diemuuut terus, udh bisa joget muter2 ky the backyardigans, bisa nyetel dvd baby einsten sendiri ga peduli tu monitor lg dipake onlen bundanya tau2 koneksi putus soalnya kabel modem dicabut sama aya... SABOTASEEE...

Masi bibling tp udah bisa diajak komunikasi, udh bisa dimintai tolong, udh lulus mengenal organ tubuh yg belum lulus mengenal warna ni, hafalnya baru merah sama ijo doang, ga seneng kl tangannya ketempelan kotoran, seneng mungutin barang2 di lantai trus di masukin ke tempat sampah (jd kl kita keilangan barang tempat sampah tujuan utama yg harus di cek).

Trus kl pundung (ngambek) lgsg lari masuk ke kamar, wajahnya di taro di kasur, kl diintip yg ada dia cengar-cengir deh..

Harapan bunda jangka pendek ini, aya bisa bilang pipis, lebih bisa membeo, jgn suka nekat turun meja sambil loncat ya naak dan sehat selalu, tambah pinter jugaaa...

Tuesday, 3 February 2009

Roti kukus coklat keju..

Aya bangun dari tidur pagi sekitar jam 10-an, bunda ngira masih jam 9-an ni dan waks..! blom nyiapin cemilan, mikir mau kasi cemilan aja blom. Gimana iniiii...? sambil pipis mikir deh, labusiam baby kemarin udah, buncis yaah udah buat ngesop, telur puyuh juga udah dimasukin di sopnya, kabocha ga beli, ya udah deh akhirnya TARAAAA.... jadi lah cemilan seperti judul diatas.. ;)

Bahannya cuma roti tawar dipotong2 dadu, UHT rasa coklat, dan keju. Kukus aja sekitar 10-15 menitan. Hidangkan hangat2... berhubung sejam lagi masuk jam makan siang jadi 1/4 sisa rotinya di skip dulu ntar lanjutin lagi buat makanan penutup. Hihihihi.. gayaa...? :D


SEHAT TANPA SUPLEMEN

Rating:★★★★
Category:Other

Suplemen hanya bermanfaat untuk usia 65 tahun ke atas atau dalam kondisi tertentu.

Tak ada secuil kekurangan yang kentara dari fisik Bulan, 13 bulan. Namun, kecemasan sang Bunda membuat bocah yang sering melontarkan senyum manis itu mendapat asupan multivitamin setiap hari. Apalagi di musim hujan seperti ini, Tanti, 28 tahun, begitu khawatir buah hatinya jatuh sakit. Ibu rumah tangga yang tinggal di Bekasi ini membayangkan kepanikan yang harus dialaminya jika kondisi itu terjadi. Maka, ia pun mengambil langkah sedia payung sebelum hujan. Agar tak sakit, bocah itu dicekoki suplemen multivitamin. Apalagi, ia terpesona berbagai iklan produk suplemen multivitamin di layar kaca.

Karena itulah, dr Purnamawati S. Pujiarto, SpAK, MMPed (http://purnamawati.wordpress.com/) pun meminta para ibu untuk hati-hati. Spesialis anak ini menyebutkan, suplemen itu bermanfaat hanya untuk orang berusia 65 tahun ke atas. Atau orang-orang yang dalam kondisi tertentu, seperti menopause, mengalami gangguan makan, menjalani diet rendah kalori. Juga mereka yang perokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, melakukan diet khusus, tengah merancang kehamilan, mempunyai kelainan metabolisme, atau penyerapan makanan dalam tubuh.

Ia mengungkapkan, anak dan perempuan sering kali menjadi korban dari berbagai produk suplemen. Dengan membidik pasar kaum Hawa, di pasar saat ini telah beredar berbagai produk yang bisa mencegah banyak hal, misal penuaan, osteoporosis. Padahal, penggunaan antioksidan--dengan kandungan vitamin A, E, dan lain-lain--secara berlebihan bisa berujung pada kematian.

Dokter yang bertugas di Kemang Medical Care, Jakarta Selatan, ini menyatakan, tak hanya anak-anak yang harus dicermati dari penggunaan suplemen, orang dalam kondisi tertentu pun harus lebih hati-hati. Misalnya, ibu menyusui, ibu hamil, atau menderita penyakit tertentu, seperti hipertensi, penyakit jantung, tiroid, diabetes, memiliki riwayat stroke, glaukoma, pembekuan darah, depresi, penyakit jiwa, epilepsi, parkison, pembesaran prostat, dan transplantasi organ.

Ia pun menyindir sebuah produk yang mengandung kolustrum. "Bayangkan, berapa sapi yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut," ujarnya. Menurut dokter yang biasa disapa Wati ini, vitamin dan mineral memang berperan penting dalam kelangsungan proses kegiatan sel-sel dalam tubuh. "Tapi, hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil," ujarnya. Hanya ada beberapa gangguan yang muncul akibat kekurangan vitamin, tapi berlebihan juga bisa berbahaya.

Wati menjelaskan, kelebihan vitamin yang larut dalam air--vitamin B dan C--dapat membuat beban kerja ginjal berlebihan sehingga fungsinya terganggu atau menyebabkan penumpukan dan muncullah batu ginjal. Sedangkan kelebihan vitamin larut lemak--vitamin A, D, E, dan K--bisa membebani hati yang bisa memicu gangguan fungsi hati, problem pembekuan darah, serta keracunan vitamin.

Bayangkan bila kondisi tersebut harus dihadapi anak-anak akibat ia dijejali suplemen terus-menerus. Padahal, saat ini banyak ibu yang ingin anaknya doyan makan sehingga ia membeli suplemen khusus pendongkrak nafsu makan. Padahal, kata Wati, suplemen sejenis itu belum terbukti efektif meningkatkan nafsu makan. "Dalam dunia kedokteran, belum ada yang namanya perangsang nafsu makan," ia menegaskan. Lagi pula, suplemen bukan obat yang harus menjalani uji klinis sehingga kita tidak tahu persis efektivitas dan keamanannya.

Mayoritas ibu pun ingin anaknya memiliki daya tahan super sehingga membeli suplemen khusus yang diiklankan mempunyai kemampuan menaikkan kekebalan tubuh. Wati dengan tegas menyebutkan, tidak ada obat untuk sistem imun. "Kalau tidak, kan sudah digunakan buat (penanganan) HIV," ujarnya. Hal senada juga diungkapkan spesial anak dr Zakiudin Munasir dalam kesempatan berbeda.

Zaki menyebutkan, sistem kekebalan tidak bisa diatur dengan satu hal. Walhasil, anak itu tidak perlu diberi asupan untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena yang penting ialah asupan bergizi dan seimbang. Kekebalan, seperti halnya organ tubuh lain, memerlukan modal untuk bekerja. Nah, sajian bernutrisi lengkap dan seimbanglah yang bisa mendongkrak sistem kerjanya. Wati pun menyarankan para ibu untuk menyediakan bahan-bahan makanan yang kaya vitamin dan berbagai zat yang berguna seperti tubuh, seperti serat, protein dan fitokimia. Ingat pula hasil penelitian American Academy Pediatrics (AAP) yang menyebutkan pemberian suplemen vitamin terlalu dini, justru dapat meningkatkan risiko timbulnya alergi dan asma pada anak. Walhasil, maunya anak selamat, malahan jadi menderita. Bukankah orang tua juga yang merana? RITA

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/02/03/Gaya_Hidup/krn.20090203.155621.id.html

Kok mam-nya diemut..?

Dimulai sehari sebelum ayah ke padang setiap jam makan ada aja sesuap dua suap sampe 5 suapan yg diemut. Dooh.. bete? pasti..! senewen.. iyah bgt..! kesel..? apa lagi..! gemesshhh ngeliat mulutnya sampe moyong2 ky badut..

Diajak main sama iteung diemut juga, bundanya nyontohin ngunyah2, diemut juga, diajak ngasi makan ikan, teteph juga diemut. Sampe bunda bilang...ay kl diemut ntr telinganya lebar hidungnya panjang loh ky gajah... dikunyah2 sebentar slanjutnya diemut lagi (fiuhh). Ngomong lg ni si bunda... ay kl diemut ntr giginya rusak, jelek, keropos, item2. hiyyy.... berhasil dikunyah tp suapan selanjutnya diemut.. GRRRRR....

Mikir.. mungkin mau yg lembut2.. dibuatin bubur... teteph diemut.. dooh... dan akhirnya nyoba bikin sup dengan potongan2 yg lebih kasar. Kaya buncis ato brokoli ga dirajang tipis lagi, tomat di potong2 lbh besar setelah dibuang biji, tahu, tempe dipotong dadu, jagung di printilin tp kl wortel ato kentang tetep diserut kasar.. Alhamdulillah... dikunyah dengan sukses.... jam makan yg sempet molor sampe 45 menitan akhirnya kembali kurang dari 30 menit... yippy..!

Jadi skrg bentuk sup-nya aya udh ky sup org dewasa.. tapiii... outputnya alias pup-nya si jagung keluarnya utuh ky jagung. kikikikik.. lucuuu... gpp deh yg penting ga bikin senewen... :D

Monday, 2 February 2009

Kalo cemilannya kaya gini ntar gede jadi apa yah...


labusiam baby teteph jadi favoritnya aya ngalahin semua merk biskuit.. kekekeke..

wortelnya pke yg lokal aja biar gampang dipegang :D

Ay.. kl cemilannya beginian kamu ntar gedenya kira2 jadi apa Ay..?

10 Cara Membuat Balita Cerdas

Rating:★★★★★
Category:Other
Selasa, 26 Agustus 2008 | 11:50 WIB

Anak balita punya kemampuan luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut nantinya.

Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.

1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.

2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.

3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing. Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.

4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.

5. Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.

6. Selalu lakukan pengulangan. Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik! Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.

7. Beli huruf-huruf dan angka-angka yang terbuat dari magnet. Hal ini memungkinkan anak bermain sambil belajar di depan lemari es. Kenalkan kata-kata yang baru setiap minggu.

8. Bacakan satu cerita setiap hari. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.

9. Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika Anda dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, ini dapat menambah perkembangan fisik serta otak anak. Entah itu berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya.

10. Beli satu set pelajaran dan pendidikan untuk anak balita. Termasuk di dalamnya buku-buku, video, kaset, dan bagaimana caranya mengajarkannya. Baca dan belajarlah berdua anak. Membeli ensiklopedia bergambar khusus untuk anak pun tak ada salahnya.

http://kompas.co.id/

Sunday, 1 February 2009

Our lovely weekend..

Alhamdulillah akhirnya ayah di hari jumat yg tidak cerah tiba juga di rumah di saat aya sama bunda lagi tidur siang. Hwaa.. kangennya poll... dan ga mau mau lagi ah ditinggal lama2 soalnya yg ada sayanya malah jadi senewen dan jadi males ngapa2in. Hihihihi... 

Sabtu-minggu pun aktivitas kami kembali diisi oleh jalan2, alhamdulillah penat pun hilang dan senyum pun kembali merekah. Aya pun ikut2an senang soalnya dibeliin domba merah dari karet hadiah dari ayah, kita emang suka kasi hadiah walo tanpa momen apa2 tapi sekalinya ulang tahun malah ga dikasih apa2. Hehehe...

Dan akhirnya saya pun kembali disibukan oleh kdua baby saya.. sungguh menyenangkan hidup ini...

 

Oiya aya pun udah bisa loh nunjukkin mana tanduk, telinga, ekor, kaki, mata dan hidung si domba tapi lucunya kl ditanya perutnya mana Ay..? yg ada aya langsung deh nunjukkin perutnya yg buncit :D